Telur

Dari Kunci Bahan

Telur

Kementerian Pertanian RI mengharuskan pemberian vaksin pada ayam ternak. Ayam penghasil telur juga harus bebas dari kuman penyakit, seperti flu burung dan Salmonella.

Akan tetapi, sulit memastikan apakah telur ayam yang dijual di pasaran sudah bebas sepenuhnya dari kuman. Oleh karena itu, Anda sebaiknya mengetahui cara menyimpan telur berikut ini.

Bagaimana Cara Menyimpan Telur dengan Tepat?

1. Menyimpan telur di kulkas

Menyimpan telur yang terkontaminasi pada suhu ruangan memungkinkan bakteri untuk berkembang biak lebih cepat. Sedangkan telur yang disimpan di kulkas, pada suhu yang lebih dingin, mencegah bakteri hidup dan berkembang biak. Dinginkan telur pada suhu 4 °C atau kurang. Simpan dalam karton telur di rak bagian dalam kulkas dan jauh dari makanan pedas. Suhu di rak bagian dalam lebih stabil daripada suhu di dekat pintu yang sering dibuka dan ditutup.

2. Hindari menyimpan di suhu ruangan

Marianne Gravely, Spesialis Informasi Teknis Senior dari U.S. Department of Agriculture menjelaskan bahwa telur tidak boleh dibiarkan pada suhu kamar selama lebih dari dua jam. Jadi, jenis telur apa pun, apakah itu dibeli dari peternakan langsung, pasar, atau supermarket, tetap dapat mengandung Salmonella.

3. Simpan dengan ujung runcing di bawah

Cara menyimpan telur agar awet yang belum banyak orang ketahui yaitu dengan menaruh ujung runcing telur di bawah. Ketika telur disimpan dengan ujung runcing menghadap ke bawah, udara yang ada di dalam telur akan terperangkap di bagian tumpul di atas. Posisi ini juga mencegah membran dalam telur dari kerusakan akibat kontak langsung dengan udara sehingga isi telur tetap lebih stabil dan terlindungi. Teknik ini efektif untuk menjaga kualitas telur, mengurangi risiko pembusukan, dan memperpanjang umur simpan telur, terutama ketika disimpan dalam kulkas